Tempat Wisata Ternate

Blog And Info Family Diver Jakarta

Family Diver Jakarta Diving Course, Diving Trips

Kota Ternate adalah sebuah kota yang berada di bawah kaki gunung api Gamalama pada sebuah Pulau Ternate di Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Ternate menjadi satu kota otonom sejak 4 Agustus 2010, dan menjadi Ibukota sementara Provinsi Maluku Utara sampai Sofifi yang menjadi ibukotanya di Pulau Halmahera siap secara infrastruktur.

Alam bawah laut pulau Ternate yang dihiasi aneka ragam jenis ikan dan hamparan terumbu karang alami dan laut yang bening dan tenang adalah surga bagi para wisatawan selam. Pulau Ternate merupakan salah satu eksotisme wisata bahari di bibir samudera Pacific yang cukup terkenal. Lokasi spot diving juga mudah dijangkau karena sangat dekat dengan pusat kota Ternate. Lalu tempat apa saja yang bisa kita kunjungi untuk menikmati keindahan alam ternate?? family diver jakarta akan memberikan informasi seputar tempat yang wajib di kunjungi saat berada di ternate.


Lava di Batu Angus

Menurut sejarahnya, bentuk batu-batu tersebut merupakan bekas dari aliran lava yang membeku pada saat terjadi letusan Gunung Gamalama pada tahun 1907. Tempat ini terbentuk karena kala itu terjadi letusan samping yang memuntahkan lava ke arah timur laut hingga menyentuh laut.

Setelah ditata menjadi tempat wisata. Kita bisa menikmati keindahan dan pemandangan dari Gunung Gamalama yang menjulang tinggi serta bongkahan-bongkahan dari batu angus yang memanjang sekitar 2 km dan berakhir pada dinding tebing yang terjal dimana di ujung tebing tersebut terdapat laut bening yang membiru.

Selain itu di objek wisata Batu Angus terdapat sebuah situs sejarah mengenai tewasnya seorang tentara Jepang yang tewas akibat parasutnya yang tidak terbuka normal pada saat terjun dari pesawat pada tahun 1945.

Jika ingin berkunjung ke sini, lebih baik datang pada pagi hari, dimana matahari belum bersinar dengan terik dan kita bisa menikmati keindahan bebatuan dan memandang dari kejauhan Pulau Hiri.


Perahu melayang di Pantai Sulamadaha

Berlokasi tidak jauh dari Batu Angus, Pantai Sulamadaha, memiliki kontur pasir putih serta ombaknya yang kecil membuat tempat ini nyaman untuk disinggahi.

Untuk mencapai teluk ini, kita harus menyusuri jalan setapak yang sudah tersusun rapi dengan beton sejauh kurang lebih 500 meter. Di salah satu sisi pantai ada teluk sempit yang dikelilingi pepohonan yang rindang dan sejuk. Air yang bening dan jernih membuat mata kita bisa melihat kehidupan bawah air dengan jelas.


Danau Tolire

Danau ini terletak di Ternate Utara, sekitar 10 kilometer dari pusat kota. Terdapat 2 buah Danau Tolire, Tolire Kecil yang berwarna gelap berada tepat di pinggir pantai dan Tolire Besar yang berwarna hijau. Jejak aktivitas vulkanik masih bisa kita lihat di danau ini.

Untuk mengunjungi Danau Tolire Besar, kita harus berjalan sekitar 300 meter dari jalan utama. Di sekitar Danau Tolire, kita akan disuguhkan pemandangan yang indah sekaligus menyeramkan. Permukaan air yang berwarna hijau muda berdampingan dengan dinding tebing yang menjulang tinggi mengelilingi permukaan air.

Menurut sejarah, letusan freatik yang terjadi di kaki gunung menyebabkan terbentuknya Danau Tolire Besar. Letusan tersebut memakan korban jiwa krena menghanguskan sebuah desa yang bernama Desa Soela Takomi beserta dengan seluruh penduduknya.

Di Danau Tolire Besar, kita bisa menemukan berbagai macam jenis ikan disini. Namun masyarakat disini percaya, bahwa danau ini di tinggali oleh banyak siluman buaya sehingga tidak ada yang berani mengambil.

Keunikan lain dari danau ini adalah jika ada yang melemparkan sesuatu ke danau, sekuat apapun dia melempar dengan batu atau benda keras. Lemparannya tidak akan bisa mengenai permukaan danau. Bagi yang tidak percaya dengan hal ini, mereka boleh mencoba melemparnya dengan membeli batu yang banyak dijual di pinggir danau seharga seribu rupiah untuk lima buah batu.


Pantai Bobane Ici

Terletak di Ternate Utara, sekitar 10 kilometer dari pusat kota. Terdapat 2 buah Danau Tolire, Tolire Kecil yang berwarna gelap berada tepat di pinggir pantai dan Tolire Besar yang berwarna hijau. Jejak aktivitas vulkanik masih bisa kita lihat di danau ini.

Untuk mengunjungi Danau Tolire Besar, kita harus berjalan sekitar 300 meter dari jalan utama. Di sekitar Danau Tolire, kita akan disuguhkan pemandangan yang indah sekaligus menyeramkan. Permukaan air yang berwarna hijau muda berdampingan dengan dinding tebing yang menjulang tinggi mengelilingi permukaan air.

Menurut sejarah, letusan freatik yang terjadi di kaki gunung menyebabkan terbentuknya Danau Tolire Besar. Letusan tersebut memakan korban jiwa krena menghanguskan sebuah desa yang bernama Desa Soela Takomi beserta dengan seluruh penduduknya.

Di Danau Tolire Besar, kita bisa menemukan berbagai macam jenis ikan disini. Namun masyarakat disini percaya, bahwa danau ini di tinggali oleh banyak siluman buaya sehingga tidak ada yang berani mengambil.

Keunikan lain dari danau ini adalah jika ada yang melemparkan sesuatu ke danau, sekuat apapun dia melempar dengan batu atau benda keras. Lemparannya tidak akan bisa mengenai permukaan danau. Bagi yang tidak percaya dengan hal ini, mereka boleh mencoba melemparnya dengan membeli batu yang banyak dijual di pinggir danau seharga seribu rupiah untuk lima buah batu.

Benteng Kastela

Benteng Kastela yang juga biasa disebut Benteng Gam Lamo yang merupakan sebutan dari Gunung Gamalama. Benteng yang dibangun oleh Antonio de Brito pada tahun 1521 dengan nama Nostra Senora del Rosario ini dibangun secara bertahap yang kemudian dilanjutkan oleh Garcia Henriques pada tahun 1525 dan dilanjutkan oleh Gonzalo Periera hingga terakhir diselesaikan oleh Jorge de Gastro pada tahun 1540.

Ketika masuk ke dalam kastil, kita disambut sebuah tugu sebagai ucapan selamat datang dengan patung cengkeh yang besar. Melihat lebih ke dalam terdapat relief yang menceritakan pembunuhan Sultan Khaerun. Sultan Khaerun yang merupakan Sultan Ternate yang ke 25, digambarkan diundang untuk makan malam oleh seseorang yang bernama Antonio Pimental atas perintah dari Gubenur Lopez de Mosquita. Peristiwa inilah yang disebut memicu perlawanan rakyat Ternate terhadap Portugis.


ziarah di makam Sultan Babullah

Terletak di puncak Bukit Foramadiahi, sultan yang namanya diabadikan sebagai nama bandara di Ternate dikenang masyarakatnya sebagai sultan pertama yang mampu mengobarkan semangat masyarakatnya untuk melawan penjajah asing yang hendak menduduki Ternate.

Ternate yang terkenal dengan rempah-rempahnya menjadi sasaran empuk oleh penjajah asing pada jaman dahulu seperti Spanyol, Belanda, dan Portugis. Selain harganya yang cukup mahal, rempah-rempah sangat disukai oleh orang asing sebagai penghangat tubuh di kala negara Eropa sedang mengalami musim dingin.

Untuk membangkitkan semangat heroik pahlawan Ternate, warga kampung Foramadiahi yang menjadi pusat Kesultanan Ternate pada jaman dulu membuat rekonstruksi perjuangan Sultan Babullah dan untuk mengenang perjuangan beliau terhadap rakyat Ternate.


Pulau Maitara dan Tidore

Salah satu daya tarik bagi wisatawan yang pertama kali datang ke Ternate adalah Pulau Maitara dan Tidore. Tidak lengkap rasanya bila ke Ternate tidak mengunjungi spot yang sudah terkenal melalui uang pecahan seribu rupiah. Untuk mencapai tempat yang dituju, kita harus bergerak ke arah selatan ke tempat yang bernama Gambesi.

Sesampainya di Gambesi bagi yang membawa kendaraan bermotor diwajibkan memarkirkannya di jalan. Setelah itu kita harus berjalan masuk menyusuri rumah-rumah penduduk dan hutan-hutan kecil yang terdapat di setiap kampung untuk sampai di bibir pantai.

 

 

 

 

 

 

Share this page
  • Rate Of This Item :
  • (28608 Reader)
"